|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kota Batu » Sedang Tren, Orang Tua Khawatirkan Bantengan

Sedang Tren, Orang Tua Khawatirkan Bantengan

Kamis, 14 Maret 2013 12:52:31  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 588
Sedang Tren, Orang Tua Khawatirkan Bantengan

Bantengan adalah kesenian khas dari Jawa Timur. Bentuknya menyerupai kepala banteng terbuat dari kayu, dilengkapi 2 tanduk kerbau atau sapi dengan badan terbuat dari kain yang biasanya berwarna hitam. Pemainnya ada dua orang, pertama sebagai kepala dan orang kedua sebagai ekor.
Permainan ini biasanya dilengkapi macanan, dan beberapa orang yang memegangi tali kendali layaknya seekor sapi. Kemudian seni ini dilengkapi dengan tetabuhan yang rancak. Terdiri jidor, kendang dan gamelan.
Menariknya lagi, para pemain ini bisa dirasuki mahkluk lain. Diistilahkan masyarakat dengan sebutan ndadi (kerasukan). "Ya ini salah satu tontonan yang menarik," kata salah satu warga penggemar seni satu ini.
Setiap pagelaran seni bantengan ini dilengkapi seorang pendekar atau tetua kesenian. Orang inilah yang bisa menyembuhkan dan mengendalikan kalau ada crew yang ndadi.  Biasanya, pengendaliannya bisa karena mantra atau pecutan cemeti.
Dalam gayanya, para crew menari mengikuti nada dari gamelan. Mereka mengekspresikan perkelahian antara banteng dengan macan.
Ya, kesenian inilah yang sedang banyak penggemarnya. Bahkan kesenian ini banyak ditirukan lagak dan gayanya oleh anak-anak hingga remaja di kota wisata ini.
Menurut budayawan dari Kota Batu, Ipung Purwanto, seni bantengan ini merupakan ekspresi dari kaum bawah yang ingin berontak. Jadi, semacam perlawanan. "Kalau saat ini banyak penggemar, karena sering dimainkan saja. Ya, syukur kalau kesenian ini bisa diterima oleh masyarakat setempat," katanya.
Berbeda lagi dengan Ulul Azmi, penggemar budaya daerah di Kota Batu, menurut dia kesenian ini bisa tren juga bisa tenggelam. Kalau sering dimainkan akan bisa banyak dikenal, namun kalau dimatikan akan tetap terkubur.
JIka saat ini sedang digemari, katanya, itu hanya momentum saja. "Kalau dulu breakdance pernah trend lama-lama tenggelam. Demikian pula dengan kesenian ini," katanya.
Kenapa disuka, lanjut dia, karena kesenian ini mengandung unsur kebebasan. "Ya biasa anak sekarang kan lagi senang kebebasan," tukasnya.

Orang Tua Mulai Gelisah
Di sisi lain, banyaknya anak usia sekolah yang ikut-ikutan kelompok bantengan ini membuat beberapa orang tua gelisah. Pasalnya, kalau sudah tergila-gila mengikuti bantengan ini banyak anak yang melupakan tugas utamanya. Seperti, sekolah dan belajar.
Kekhawatiran itu seperti diungkapkan Eko Santoso, warga Sidomulyo Batu. "Ya, saya hanya khawatir kalau nanti kebablasan. Sampai menjadi melupakan tugas utama," katanya. (jun/min-KP)

Baca "Presensi Kota Batu" Lainnya

Komentar Anda