|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kabupaten Malang » Pengawas Membedah Kurikulum 2013

Pengawas Membedah Kurikulum 2013

Rabu, 3 Juli 2013 14:49:42  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 312

KEPANJEN – Kurikulum baru 2013 terus dikaji dan disosialisasikan sebelum benar-benar diterapkan mulai tahun ajaran baru ini. Alih-alih menunggu pedoman teknis implementasi kurikulum ini digulirkan pemerintah, insiatif membedah kurikulum tersebut sudah banyak dilakukan.
Seperti Kamis (20/6) lalu, kajian dan bedah kurikulum 2013 ini digelar kelompok pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di aula kantor UPTD TK, SD dan PLS kecamatan Kepanjen. Acara ini diikuti seluruh pengawas semua jenjang.
Inisiatif serupa juga tengah dicanangkan pihak Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) yang menaungi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Seperti dikatakan wakil ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Dr Ainur Rofiq, PP Muhammadiyah menginstruksikan sekolah-sekolah Muhammadiyah siap menerapkan kurikulum 2013. Karena itu pula, kata ia, pihak Muhammadiyah sudah mempersiapkan tim teknis untuk melakukan sosialisasi dan memberikan workshop bagi guru di daerah-daerah untuk mengantisipasi pemberlakukan kurikulum baru ini.
“Kami sudah maju selangkah dengan membentuk tim teknis sosialisasi dan workshop ini bahkan sebelum Kemdikbud (untuk menggelar bimbingan teknis implementasi kurikulum 2013. Bahkan, workshop kurikulum ini akan dilakukan hingga level mata pelajaran,” terang Ainur Rofiq, di sela-sela menghadiri acara wisuda siswa di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kamis (20/6) lalu.
Sementara itu, kepastian implementasi kurikulum hingga kini masih ditunggu pihak satuan pendidikan terutama sekolah sasaran (pilot project) implementasi kurikulum 2013 yang ditunjuk Kemdikbud. Pihak SMK Muhammadiyah 1 misalnya, hingga kini mengaku belum memiliki rujukan pasti terkait pedoman teknis kurikulum 2013.
“Belum ada rujukan resmi dan terstandar (soal kurikulum 2013). Hingga kini kami masih menunggu pedoman teknis dari Kemdikbud,” demikian Drs Sukoco, waka kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. 
Struktur dan komposisi kurikulum disebut Sukoco diantara beberapa aspek yang masih tidak ada bentuk resmi yang bisa dipedomani. Karena itu pula, ia belum bisa menetapkan kebijakan terkait beban mengajar, alokasi jam pelajaran, hingga kinerja guru di tempatnya. min-KP

Baca "Presensi Kabupaten Malang" Lainnya

Komentar Anda